KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
190. Honorius IV (1285-1287)
Honorius lahir di Roma dengan nama kecilnya Giacomo Savelli. Ia terpilih menjadi paus pada 20 Mei 1285 pada usia 75 tahun. Segera sesudah naik takhta ia mengusulkan saudaranya Pandolfo menjadi senator Roma. Pandolfo juga sudah begitu tua dan setengah lumpuh serta tidak dapat bergerak berkaitan dengan penyakit sendi tulang yang akut. Demikiansemua kuasa baik sipil maupun religius sungguh berada di tangan paus. Paus Honorius adalah seorang yang rendah hati dan energetic. Dia mengupayakan damai dan menganugerahi Roma dengan metode-metode yang pada zaman itu ekstrem namun efektif yaitu mempunyai para penjahat dan bajingan yang mengurangi organisasi kebangsawanan menjadi tak berdaya. Ia juga bertindak di Sisilia dimana ia mempunyai juridiksi dan membuat undang-undang mendesak terwujudnya damai dan keteraturan.
Selanjutnya ia berpihak pada Angevin yang tidak mengenal Petrus dari Aragon sebagi raja Sisilia dan mengekskomunikasi istrinya Konstansia dan puteranya Yakobus. Dia juga memakai senjata ekskomunikasi melawan orang yang campur tangan dalam konklaf di Viterbo yang memilih Paus Martinus IV. Mereka itu dengan terpaksa memasuki ruangan dan menculik dua cardinal. Dia menghukum sekte-sekte kerasulan dan flagelianisme bersama dengan semua asosiasi keagamaan lain yang tidak ortodoks. Dia memperkenalkan bidang studi bahasa-bahasa Timut di Universitas Paris untuk pengajaran para misionaris yang akan diutus ke daerah-daerah. Honorius wafat pada 3 april 1287 di Bukit Aventine di Gereja St. Sabina. Jenasahnya sekarang ada di Gereja Aracoeli.
|